ACEH JAYA – Pagi yang cerah di SD Negeri 11 Kecamatan Setia Bakti, Sabtu (02/05/2026), terasa sedikit berbeda dari biasanya. Para siswa tampak lebih antusias mengikuti kegiatan di sekolah, bukan hanya karena rutinitas belajar, tetapi karena adanya materi tambahan yang sarat makna tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di hari itu, Babinsa Koramil 03/Setia Bakti Kodim 0114/Aceh Jaya, Kopda Gito, hadir langsung memberikan wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa-siswi. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai dasar yang akan membentuk karakter generasi muda sejak usia dini.
Dengan pendekatan yang santai dan mudah dipahami, Kopda Gito menyampaikan materi tentang pentingnya Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia tidak hanya menjelaskan secara teori, tetapi juga memberikan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya saling menghargai antar sesama. Menurutnya, sikap sederhana seperti menghormati teman, guru, dan orang tua merupakan bagian dari pengamalan nilai Pancasila yang harus dibiasakan sejak kecil.
“Tanpa saling menghargai, kita tidak akan bisa membangun bangsa yang maju dan damai,” ujar Kopda Gito di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan penuh perhatian.
Suasana kelas pun menjadi lebih hidup ketika para siswa diajak berdialog. Beberapa di antara mereka mencoba menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan teman-teman di sekolah. Hal ini membuat materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan tidak membosankan.
Kegiatan seperti ini memiliki peran penting, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang penuh dengan pengaruh dari berbagai arah, baik dari media sosial maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi sangat relevan agar mereka memiliki pondasi yang kuat dalam bersikap dan bertindak.
Selain itu, kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah juga memberikan nuansa tersendiri. Para siswa tidak hanya mengenal TNI sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Hal ini secara tidak langsung menumbuhkan rasa kedekatan dan kepercayaan antara masyarakat dengan aparat.
Bagi pihak sekolah, kegiatan ini menjadi tambahan yang sangat positif dalam mendukung proses pendidikan. Materi wawasan kebangsaan yang disampaikan secara langsung oleh Babinsa memberikan perspektif baru yang melengkapi pembelajaran di dalam kelas. Tidak hanya sekadar teori, tetapi juga menyentuh aspek praktik dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh lagi, penanaman nilai seperti toleransi, gotong royong, dan rasa cinta tanah air sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Di masa depan, mereka inilah yang akan menjadi penerus bangsa dan menentukan arah pembangunan negara.
Interaksi yang terjalin selama kegiatan juga menunjukkan bahwa pendekatan yang humanis mampu membuat anak-anak lebih mudah menerima pesan yang disampaikan. Mereka tidak merasa digurui, tetapi justru diajak untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara perlahan.
Di sisi lain, kegiatan Wasbang seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Dengan mengenalkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Menjelang akhir kegiatan, suasana penuh semangat masih terasa. Para siswa tampak lebih percaya diri dan berani menyampaikan pendapat. Hal ini menjadi indikator bahwa materi yang diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu membangkitkan kesadaran mereka akan pentingnya nilai kebersamaan.
Kegiatan sederhana ini membawa pesan yang besar: bahwa membangun bangsa tidak hanya dimulai dari hal-hal besar, tetapi justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Menghargai sesama, bersikap jujur, dan saling membantu adalah langkah awal menuju kehidupan masyarakat yang harmonis.
Apa yang dilakukan Kopda Gito di SDN 11 Setia Bakti menjadi contoh bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga turut aktif dalam membangun karakter generasi muda. Dengan pendekatan yang sederhana namun menyentuh, nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan dengan cara yang lebih efektif dan berkesan.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, upaya seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia. Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya terletak pada sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada karakter dan persatuan rakyatnya.(0114).


