Jumat, Mei 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sosok “Anak SD” Warnai Lembur TMMD 120 Gresik

Gresik – Tak biasa muncul di tengah hiruk-pikuk pekerjaan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0817/Gresik di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean.

Saat mesin molen menderu memecah kesunyian malam, perhatian warga dan tim media tertuju pada sesosok pemuda yang tampil beda di lokasi proyek pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT).

Bukan mengenakan pakaian kerja lapangan atau jaket tebal, pemuda tersebut justru terlihat santai mengenakan seragam lengkap Sekolah Dasar (SD) sambil duduk di atas atap mobil bak terbuka.

Mobil tersebut bertugas melangsir adukan semen, pasir, dan kerikil dari truk mixer menuju titik jalan yang sedang dibeton oleh para prajurit TNI dan masyarakat setempat.

Aktivitas pengecoran ini dilakukan secara maraton pada Kamis malam, (7/5/2026), demi mengejar target pembangunan infrastruktur pertanian di desa tersebut.

Prajurit Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu melakukan kerja kasar hingga larut malam, bahkan pekerjaan baru berakhir pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WIB.

Bagi masyarakat luar, pemuda berseragam SD tersebut mungkin terlihat jenaka, namun bagi warga Desa Slempit, hal itu memiliki makna filosofis yang diwariskan oleh para leluhur.

Kehadiran sosok berseragam anak kecil tersebut dipercaya sebagai simbol tradisi untuk “menolak” hujan agar tidak turun mengganggu proses pengeringan semen cor yang sedang dikerjakan.

Dalam kepercayaan budaya lokal, pakaian anak kecil melambangkan kepolosan jiwa yang diharapkan mampu mengetuk pintu alam agar cuaca tetap tenang dan cerah selama bekerja.

Selain sebagai upaya mistis-tradisional, aksi unik ini juga berfungsi sebagai “obat kantuk” dan hiburan segar yang membangkitkan semangat para pekerja di tengah kelelahan fisik.

Fenomena ini dikonfirmasi oleh Bandy, salah seorang warga Slempit pada. Ia menyebut hal itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang masih sering dipraktikkan.

“Oh itu hanya pawang hujan, dan juga semangat untuk kerja. Tapi itu tergantung permintaan dari yang dapat kerjaan,” ujar Bandy menjelaskan alasan di balik aksi unik tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles