
Kalimantan Tengah – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah masalah yang memerlukan perhatian dan tindakan dari seluruh masyarakat, khususnya generasi muda. Dalam upaya membangun kesadaran ini, Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Tewah yang terletak di Jalan Gunung Mas No. 75, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, pada Jumat, 6 November 2026.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Tewah, Danramil 1018-05/Tewah, serta siswa-siswa ini merupakan bagian dari kontribusi Pasis Dikreg LXVIII Seskoad untuk mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui program edukasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan di kalangan siswa.
Siswa menerima berbagai materi mengenai pencegahan dan penanganan Karhutla, mengusung tema, “Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu.” Mereka diajari tentang pengertian segitiga api, yang meliputi bahan bakar, sumber panas, dan oksigen, serta faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran, baik dari aktivitas manusia maupun oleh alam.
Selain itu, penyuluhan ini juga membahas dampak-dampak dari Karhutla, termasuk untuk kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga perekonomian dan sosial masyarakat. Seluruh siswa diajak untuk memahami lima pilar penting dalam penanggulangan Karhutla, serta untuk menerapkan langkah preventif di lingkungan sekitar mereka agar terhindar dari kebakaran.



