
SERUYAN, tniad.mil.id – Dengan melibatkan berbagai unsur, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat berhasil mengevakuasi jenazah korban terakhir dari kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI AD. Kejadian tersebut terjadi di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Jumat (6/11/2026).
Evakuasi yang berlangsung ini dipimpin oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. Berbagai pihak hadir untuk mendampingi proses ini, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, S.I.Kom., dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., serta Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko dan perwakilan BNPB Brigjen TNI Asep.
Sebelum mengevakuasi jenazah, tim harus membalikkan badan helikopter yang berada di dasar perairan. Dengan bantuan kapal tugboat, badan helikopter diangkat, sehingga tim penyelam dapat menjangkau jenazah yang terjebak dalam pesawat tersebut.
Proses evakuasi pun tidak semulus harapan, mengingat terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti arus yang cukup kuat dan kondisi air yang keruh beserta tumpahan minyak. Namun, berkat kerja sama semua pihak yang terlibat, proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan baik, dan jenazah dibawa menuju Pelabuhan Segintung sebelum akhirnya menuju RSUD Kuala Pembuang.



