BOALEMO – Langkah pembangunan terus berjalan, tahap demi tahap diselesaikan dengan rapi, dan progresnya kian bertambah signifikan setiap harinya. Inilah gambaran nyata pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Nina Ma’ruf di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, yang dikerjakan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo. Pada Sabtu (09/05/2026), susunan batako telah menjulang tinggi dan kokoh, membentuk ruangan demi ruangan dengan jelas dan teratur, menandakan bahwa bangunan ini semakin mendekati wujud sempurnanya. Tak lama lagi, tahap pemasangan atap akan segera dilakukan untuk menyempurnakan hunian yang penuh harapan ini.
Perubahan yang terjadi sungguh luar biasa dan berjalan berurutan. Dulu lokasi ini hanya berupa hamparan tanah dan pondasi yang baru dicor, namun kini telah bertransformasi total. Dinding-dinding yang tersusun rapi dari batako kini memagari ruang-ruang yang akan menjadi tempat istirahat dan kehangatan keluarga. Bingkai pintu dan jendela pun telah terpasang presisi di tempatnya, memberikan batasan yang jelas antara ruang luar dan ruang dalam. Apa yang dulunya hanya sebuah harapan kini perlahan berubah menjadi bangunan nyata yang kokoh, aman, dan layak dihuni.
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., yang senantiasa memantau setiap tahapan pekerjaan, menegaskan bahwa kenaikan progres yang bertahap ini adalah hasil kerja terukur yang tidak pernah mengesampingkan mutu. Bagi timnya, menyelesaikan satu tahap dengan baik adalah kunci kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya.
“Kami bangga melihat bagaimana pembangunan ini berjalan tahap demi tahap, semakin bertambah dan semakin sempurna. Hari ini kita saksikan batako telah membentuk ruangan dengan sangat rapi dan kokoh. Setiap susunan bata, setiap adukan semen, kami pastikan terpasang kuat dan presisi. Kami bekerja secepat mungkin agar Ibu Nina segera bisa menempati rumah ini, namun prinsip kami tidak berubah: kecepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas terbaik. Bangunan ini harus awet, kuat, dan nyaman untuk ditinggali dalam jangka waktu yang panjang,” tegas Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S.
Keberhasilan melompat dari satu tahap ke tahap selanjutnya dengan begitu mulus ini tidak lepas dari kekompakan luar biasa yang terjalin. Bukan hanya personel Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o yang bekerja bahu-membahu, namun personel dari Polsek Botumoito juga turut hadir dan membantu menyelesaikan pekerjaan. Kolaborasi TNI, Polri, dan masyarakat ini menciptakan irama kerja yang sangat efisien, di mana pembagian tugas dilakukan dengan cerdas dan saling melengkapi.
“Kami memiliki target pasti, tuntas sebelum 21 Mei mendatang. Oleh karena itu, kami pastikan setiap hari ada penambahan progres, setiap minggu ada tahapan baru yang diselesaikan. Kami bertekad bulat, saat program ditutup nanti, rumah ini sudah berdiri utuh dan siap diserahkan kuncinya. Ibu Nina dan keluarga berhak mendapatkan yang terbaik, dan kami pastikan mimpi mereka memiliki rumah layak huni segera terwujud nyata,” tambah Dansatgas TMMD 128.
Di sela-sela kesibukan para pekerja, Ibu Nina Ma’ruf tampak selalu ada di lokasi, memandangi bangunannya dengan mata berbinar dan senyum yang tak pernah luntur. Baginya, melihat batako demi batako disusun hingga akhirnya membentuk ruangan yang utuh, adalah jawaban nyata dari segala doa yang selama ini dipanjatkannya. Setiap kali dinding bertambah tinggi dan semakin rapi, rasa bahagia dan syukur di hatinya pun ikut bertambah besar.
Sebagai ungkapan terima kasih yang tulus dan sederhana namun mendalam, Ibu Nina tak pernah absen menyuguhkan minuman segar dan makanan ringan bagi para prajurit yang bekerja keras di bawah terik matahari.
“Melihat Bapak-bapak TNI dan Polri bekerja begitu giat, bergotong royong membangun rumah saya dari tahap awal sampai sekarang sudah terbentuk ruangan-ruangan yang indah, hati saya sangat terharu dan tak sanggup melukiskannya dengan kata-kata. Saya merasa tidak sendirian. Dinding yang tegak ini adalah bukti nyata bahwa ada uluran tangan negara yang peduli kepada kami. Saya hanya bisa mendoakan agar kebaikan Bapak sekalian dibalas berlipat ganda oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucap Ibu Nina penuh terima kasih.
Program rehabilitasi rumah ini membuktikan bahwa pembangunan fisik sejatinya adalah membangun kebahagiaan dan harga diri masyarakat. Dengan progres yang terus bertambah, tahapan yang terus diselesaikan, dan dinding batako yang kini telah membentuk ruangan demi ruangan, tinggal selangkah lagi rumah impian ini akan sempurna seutuhnya. Sebuah kado terindah yang akan menjadi kenangan manis dan manfaat jangka panjang bagi keluarga Ibu Nina.(1316).


