Guna mengantisipasi bencana tahunan kebakaran hutan, sejumlah perwira menengah dari Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan. Lokasi yang menjadi fokus utama kali ini adalah wilayah Kecamatan Selat, dengan sasaran masyarakat umum dan kalangan akademisi di sekolah menengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan ketahanan nasional.
Dalam sesi diskusi di Kantor Camat, tim penyuluh yang terdiri dari perwira lintas matra menekankan pentingnya menjaga ekosistem hutan agar tetap lestari. Mereka memberikan wawasan mengenai cara membuka lahan tanpa membakar yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan publik. Peserta yang terdiri dari perangkat desa dan warga diajak untuk lebih peka terhadap munculnya hotspot di wilayah masing-masing.
Sementara itu, kegiatan di MAN Kapuas dikemas secara menarik agar para siswa dapat menyerap informasi mengenai dampak negatif Karhutla dengan baik. Tim menjelaskan bahwa asap hasil kebakaran hutan mengandung zat berbahaya yang dapat merusak sistem pernapasan manusia dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memelihara hutan dianggap sebagai investasi kesehatan bagi generasi yang akan datang.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, Sesko TNI berharap kesadaran warga meningkat sehingga kasus kebakaran hutan dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara edukasi, patroli rutin, dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi masalah Karhutla. TNI memastikan akan terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.



