Aceh Barat – Debu jalan beterbangan, matahari menggantung tinggi di langit Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla. Di tengah deru pekerjaan peningkatan badan jalan sirtu, Personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Abar tetap menancapkan semangat pengabdian.
Jalan yang sedang dibangun itu ibarat nadi baru bagi petani. Meski belum rampung sepenuhnya, akses tersebut sudah dilalui warga untuk mengangkut hasil panen. Di sela kesibukan itu, seorang warga tampak kesulitan membawa hasil pertaniannya melintasi jalur berbatu, Senin (2/3/2026).
Tanpa aba-aba, beberapa prajurit meletakkan cangkul dan sekop. Seragam loreng yang semula sibuk dengan pekerjaan fisik, berubah menjadi tangan-tangan penolong. Mereka membantu mengangkat dan memindahkan hasil panen ke tempat aman.
Bagi Satgas, membangun bukan sekadar menata batu dan tanah. Lebih dari itu, membangun adalah merawat rasa. Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Abar, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., menegaskan komitmennya.
“Sesibuk apa pun kegiatan, sinergitas dan naluri membantu mengatasi kesulitan rakyat tetap kita utamakan. Otot kita bekerja, hati kita berbicara dan langsung beraksi menjadi bagian dari solusi. Meskipun kita mengejar target, kita tetap sigap mengulurkan tangan meringankan beban rakyat,” tegasnya.
Di Desa Pasi Aceh, kemanunggalan itu terasa nyata. Jalan perlahan terbentuk, namun yang lebih kokoh adalah jembatan kepercayaan antara TNI dan rakyat. TMMD bukan hanya proyek pembangunan, melainkan cerita tentang kepedulian yang tumbuh di atas tanah pengabdian.(0105).


