Wilayah Prabumulih, Sumatra Selatan, menjadi lokasi utama pelaksanaan penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Pasis Seskoad pada 3 September 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam menjaga stabilitas lingkungan di daerah rawan bencana.
Fokus utama kegiatan adalah memberikan wawasan kepada penduduk lokal tentang risiko fatal dari Karhutla bagi ekosistem global. Edukasi ini diharapkan mampu merubah pola pikir warga dalam mengelola lahan pertanian mereka tanpa merusak alam.
Kolaborasi antara Pasis Seskoad, pihak kepolisian, dan elemen warga menjadi pilar utama dalam sistem penanganan terpadu yang disosialisasikan. Mereka diajarkan untuk melakukan pemantauan rutin dan segera berkoordinasi dengan petugas jika menemukan titik panas di sekitar pemukiman.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan potensi Karhutla di Sumatra Selatan bisa ditekan hingga ke level terendah. TNI AD terus mendorong masyarakat untuk menerapkan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan sehat.



