Aceh Barat – Pembangunan talut penahan timbunan jalan di Desa Pasi Aceh terus digenjot oleh Personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Abar bersama masyarakat. Ibarat akar pohon yang menguatkan tanah agar tidak mudah runtuh, talut yang sedang dibangun ini diharapkan mampu menjadi penopang kuat bagi badan jalan desa.
Meski program TMMD telah memasuki hari ke-27, semangat para personel dan warga tetap menyala seperti api kecil yang terus dijaga agar tidak padam. Mereka bekerja bersama, mengangkat batu, mencampur semen, dan menyusun material satu per satu hingga membentuk dinding penahan yang kokoh.
Suasana gotong royong terlihat begitu hidup di lokasi pekerjaan. Canda ringan warga berpadu dengan suara alat kerja, menciptakan harmoni sederhana yang mencerminkan kuatnya kebersamaan. Di tengah terik matahari, para personel Satgas tetap terlihat bersemangat, seolah kelelahan hanyalah angin yang lewat sebentar.
Pembangunan talut ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur jalan desa. Tanpa penahan yang kokoh, timbunan tanah bisa mudah tergerus air dan waktu. Karena itulah pengerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., menegaskan bahwa kebersamaan antara personel Satgas dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam setiap kegiatan TMMD.
“Talut ini bukan sekadar susunan batu dan semen, tetapi juga simbol kerja sama antara TNI dan masyarakat. Dengan kebersamaan ini, kami yakin seluruh sasaran fisik akan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program TMMD tidak hanya dilihat dari hasil pembangunan semata, tetapi juga dari terbangunnya semangat gotong royong yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut berlangsung di Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, pada Minggu (8/3/2026). Hingga saat ini progres pekerjaan terus mengalami peningkatan seiring kerja keras yang dilakukan secara bersama.
Di mata warga, kehadiran Satgas TMMD bukan sekadar membawa pembangunan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Jalan yang semakin kuat diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.
Seperti pepatah desa yang sederhana, “jalan yang kuat membawa langkah lebih jauh.” Begitulah harapan yang kini sedang dibangun bersama oleh Satgas TMMD dan masyarakat Pasi Aceh.(0105).


