Rabu, Februari 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Danramil 03/Setia Bakti Hadiri Kegiatan Jumat Curhat Bersama Kapolres Aceh Jaya di Desa Lhok Bot

ACEH JAYA – Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat Kecamatan Setia Bakti yang berlangsung di Aula Desa Lhok Bot, Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi langsung antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Acara dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda, perangkat daerah, dan masyarakat. Turut hadir antara lain Kabag Ops Polres Aceh Jaya, Kasat Binmas, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Lantas (diwakili), Kadis PUPR Aceh Jaya, Kepala BPN Aceh Jaya, Kalak BPBK Aceh Jaya (diwakili), Kabag Tapem Aceh Jaya, Camat Setia Bakti (diwakili), Kapolsek Setia Bakti, Danramil 03/Setia Bakti, serta para keuchik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat setempat.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Ia menegaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat bertujuan untuk menampung langsung keluhan maupun masukan dari masyarakat, khususnya terkait situasi keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Setia Bakti.

“Kami berharap masyarakat dapat menyampaikan segala bentuk kendala atau aspirasi, baik terkait gangguan kamtibmas maupun hal-hal lain yang bersifat membangun, agar ke depan Kecamatan Setia Bakti, khususnya Desa Lhok Bot, bisa semakin baik dalam bidang keamanan dan pembangunan,” ujar Kapolres.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah permasalahan disampaikan warga. Keuchik dan tokoh masyarakat mengeluhkan konflik antara manusia dengan satwa liar seperti gajah dan buaya yang sering terjadi di wilayah perkebunan dan sungai. Menanggapi hal itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menjelaskan upaya pencegahan yang telah dilakukan, antara lain penggunaan petasan pengusir gajah, pemasangan barrier kejut listrik, serta penanaman tumbuhan yang tidak disukai gajah. Untuk mengurangi populasi buaya, BKSDA juga menyarankan peningkatan populasi biawak yang menjadi predator alami telur buaya.

Selain isu satwa, warga juga menyoroti kondisi tanggul Desa Lhok Bot yang rawan banjir. Kadis PUPR Aceh Jaya menegaskan bahwa pembangunan tanggul tersebut sudah diusulkan dan masuk dalam rencana kerja tahun 2026. Sementara itu, Kabag Tapem Aceh Jaya menjawab keluhan terkait tapal batas antara Desa Lhok Bot dan Desa Panggong di Kecamatan Krueng Sabee yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Warga juga menanyakan status lahan eks PT Aceh Timber di Desa Lhok Timon. Kabag Tapem menjelaskan bahwa lahan tersebut telah dicabut kepemilikannya oleh Kementerian Kehutanan dan akan segera diperjelas statusnya. Sedangkan mengenai jalan penghubung Lhok Buya–Lhok Bot, Kadis PUPR menyebut bahwa pengukuran telah dilakukan dan akan diupayakan perbaikannya pada tahun depan melalui anggaran rehabilitasi.

Kegiatan Jumat Curhat ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolres Aceh Jaya, unsur Muspika, dan masyarakat. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 11.50 WIB.(0114).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles