Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) melakukan peninjauan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Surabaya. Jembatan ini dibangun secara khusus untuk memberikan jalur alternatif yang lebih singkat bagi masyarakat Genting Kalianak. Sebelumnya, ketiadaan akses penghubung memaksa warga harus memutar jalan cukup jauh setiap kali akan berangkat bekerja atau bersekolah.
Dalam dialognya di lokasi peninjauan, Kasad menyoroti pentingnya jembatan untuk memangkas waktu tempuh logistik yang selama ini menjadi kendala. Beliau merujuk pada situasi sulit saat bencana di Aceh sebagai contoh nyata betapa krusialnya sebuah jembatan penyeberangan. Dengan adanya infrastruktur baru ini, hambatan jarak yang mencapai lima hingga enam kilometer kini sudah tidak lagi menjadi masalah bagi warga.
TNI AD berupaya mengisi celah kebutuhan infrastruktur di wilayah yang belum tersentuh pembangunan permanen dari pemerintah daerah. Jenderal Maruli menyatakan bahwa masih banyak warga yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi memenuhi kebutuhan hidup. Oleh sebab itu, penyediaan jembatan gantung sederhana menjadi prioritas utama TNI dalam membantu meringankan beban masyarakat secara langsung.
Pembangunan ini dilakukan selaras dengan mandat Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran TNI untuk proaktif dalam pembangunan daerah. Kasad menegaskan bahwa peran TNI AD adalah sebagai katalisator dalam mempermudah aktivitas ekonomi dan sosial rakyat. Melalui proyek-proyek seperti Jembatan Garuda, TNI terus mempererat hubungan emosional dan kemanunggalan dengan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.



