BOALEMO – Di atas tanah Desa Hutamonu, sebuah transformasi besar sedang berlangsung. Bukan sekadar proyek konstruksi biasa, namun sebuah misi kemanusiaan yang dijalankan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo. Hari ini Sabtu (02/05/2026), progres Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Nina Ma’ruf resmi menembus angka 30 persen, menandai berakhirnya tahap krusial pembangunan struktur bawah.
Jika sebelumnya hunian tersebut menyimpan kekhawatiran, kini di lokasi yang sama telah tertanam fondasi beton yang kokoh dan mulai terlihat barisan batako yang menjulang rapi, siap menopang masa depan keluarga Ibu Nina.
Pemandangan di lapangan menunjukkan kekuatan luar biasa dari kolaborasi lintas sektoral. Personel Satgas dari Kodim 1316/Boalemo, prajurit Yonif TP 915/Bitu’o, serta anggota Polsek Botumoito tampak melebur dalam satu ritme kerja yang sama. Ketiganya bahu-membahu bersama warga setempat, membuktikan bahwa keamanan dan pembangunan berjalan beriringan.
Akurasi teknis menjadi fokus utama. Setiap rangkaian besi tulangan dipastikan terkunci rapat sebelum adukan beton mengisi rongga fondasi. Tak ada sekat antara seragam dan pakaian sipil; semua bergerak dalam semangat estafet material demi mempercepat impian Ibu Nina memiliki hunian layak.
Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., selaku Dansatgas TMMD ke-128, menegaskan bahwa kualitas struktur bawah adalah hal yang paling utama. Sebagai perwira menengah dari Korps Zeni, ia memahami bahwa fondasi adalah simbol ketahanan.
“Apa yang kita tanam di dalam bumi Hutamonu hari ini bukan sekadar beton, melainkan simbol kehadiran negara untuk menopang beban hidup rakyatnya. Kita sedang membangun episentrum kesejahteraan. Jika fondasinya kuat, maka rumah ini akan menjadi tempat lahirnya generasi yang sehat dan bermartabat,” tegas Letkol Czi Wiratama.
Kecepatan progres yang cukup signifikan ini merupakan buah dari “keajaiban” gotong royong yang kembali hidup di Desa Hutamonu. Skeptisisme yang sempat ada kini berubah menjadi optimisme kolektif. Warga merasa memiliki proyek ini, sehingga partisipasi aktif masyarakat menjadi motor utama penggerak pembangunan.
Usai tahap fondasi ini, Satgas akan segera memacu ritme kerja menuju pemasangan dinding dan kusen. Letkol Czi Wiratama memastikan bahwa percepatan waktu tidak akan mengorbankan standar teknis konstruksi.
“Kepuasan spiritual tertinggi bagi kami adalah saat melihat senyum warga saat menghuni rumah yang layak nanti. Kami akan terus ‘tancap gas’ agar warisan kesejahteraan ini segera dinikmati oleh masyarakat Boalemo,” tutupnya.(1316).


