BOALEMO – Di bawah langit Desa Hutamonu yang terik, deru pembangunan bukan sekadar kebisingan mekanis, melainkan melodi perubahan yang sedang dimainkan oleh para prajurit TNI. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo kini tengah mengukir sejarah baru bagi keluarga Ibu Nina Ma’ruf. Proyek Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi salah satu primadona sasaran fisik ini, secara resmi telah menyentuh tonggak progres 20 persen, Jumat (01/05/2026).
Angka 20 persen mungkin terdengar awal bagi sebagian orang, namun bagi Ibu Nina, ini adalah babak paling krusial. Progres ini menandai rampungnya struktur bawah yang menjadi penentu ketahanan bangunan: fondasi telah terbentuk penuh dan tertanam kuat ke dalam bumi Hutamonu.
Pemandangan di lokasi bedah rumah menunjukkan kemanunggalan yang tak berjarak. Personel Satgas dari Kodim 1316/Boalemo bersama Yonif TP 915/Bitu’o serta Polsek Botumoito tampak berjibaku dengan material konstruksi. Fokus pengerjaan saat ini bukan lagi sekadar menggali tanah, melainkan memastikan rangkaian besi tulangan terkunci rapat dan campuran beton mengisi setiap rongga fondasi dengan sempurna.
Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., selaku Dansatgas TMMD ke-128, memastikan kualitas dasar bangunan adalah bentuk penghormatan TNI terhadap martabat rakyat.
“Kita tidak sedang membangun sekadar kotak pelindung dari hujan. Kita sedang membangun episentrum kesejahteraan bagi Ibu Nina. Fondasi yang kita tanam hari ini adalah simbol kehadiran negara yang hadir untuk menopang beban hidup masyarakatnya. Jika strukturnya kuat, maka harapan penghuninya pun akan tumbuh sehat,” tegas Letkol Czi Wiratama.
Kecepatan progres yang menyentuh 20 persen dalam waktu relatif singkat ini tidak lepas dari “keajaiban” semangat gotong royong. Warga Desa Hutamonu tidak membiarkan para prajurit TNI dan Polri bekerja sendirian. Terjadi harmoni yang luar biasa; warga sipil membantu estafet batu gunung, sementara prajurit ahli bangunan memastikan akurasi teknis tetap terjaga.
Setiap tetesan keringat yang jatuh di atas adukan semen menjadi saksi bahwa TMMD bukan sekadar program infrastruktur, melainkan jembatan emosional antara TNI/Polri dan rakyat. Kehadiran Satgas telah mengubah skeptisisme menjadi optimisme kolektif bagi warga yang selama ini menghuni rumah kurang layak huni.
Menuju Kemandirian Desa
Rehabilitasi rumah Ibu Nina Ma’ruf hanyalah satu fragmen dari gambaran besar operasi TMMD 128 di Boalemo. Dengan selesainya tahap fondasi ini, ritme kerja akan terus dipacu menuju tahap pendirian dinding dan pemasangan kusen.
Letkol Czi Wiratama memastikan bahwa meski mengejar target waktu, standar teknis konstruksi tidak akan pernah dikompromikan.
“Kepuasan spiritual kami sebagai prajurit adalah saat melihat senyum tulus warga ketika mereka melangkahkan kaki ke rumah baru yang layak nanti. Kami akan terus tancap gas, memastikan setiap butir pasir dan semen ini menjadi warisan kesejahteraan bagi masyarakat Boalemo,” tutup Dansatgas.
Kini, di sudut Desa Hutamonu, fondasi itu telah berdiri. Ia bukan sekadar semen dan besi, melainkan janji nyata bahwa masa depan yang lebih cerah sedang dibangun, lapis demi lapis, menuju hunian yang layak dan bermartabat.(1316).


