Rabu, Februari 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

TMMD Hadirkan Cahaya Nasionalisme di Tengah Masyarakat

NAGAN RAYA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukan sekadar menghadirkan alat berat dan deru mesin di lokasi pembangunan. Lebih dari itu, TMMD adalah jembatan penguat antara pembangunan fisik dan pembangunan jiwa kebangsaan masyarakat.

Hal tersebut tampak dalam kegiatan non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan (Wasbang) yang digelar Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Selasa (24/2/2026) malam, di Balai Desa Ujong Blang. Suasana malam yang tenang berubah menjadi ruang belajar penuh semangat, saat warga berkumpul menyimak materi yang disampaikan.

Hadir sebagai narasumber, Letda Arh Diski Riyanto selaku Pasiter Kodim 0116/Nagan Raya mengupas pentingnya menjaga persatuan, memperkokoh semangat gotong royong, serta menanamkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang kokoh harus berdiri di atas pondasi nasionalisme yang kuat.

“Jika infrastruktur adalah tubuh desa, maka wawasan kebangsaan adalah rohnya. Keduanya harus berjalan seiring agar kemajuan benar-benar dirasakan secara utuh,” ungkapnya dalam penyampaian materi.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diajak memahami makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman. Diskusi berlangsung interaktif, dengan warga menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait tantangan kebangsaan di era modern.

Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mereka mengikuti kegiatan hingga selesai. Balai desa malam itu ibarat pelita di tengah gelap, menerangi kembali kesadaran akan pentingnya persatuan dan kebersamaan.

Program TMMD Ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0116/Nagan Raya memang dirancang menyentuh dua sisi pembangunan: fisik dan non fisik. Jika jalan yang dibangun akan mempermudah akses ekonomi masyarakat, maka wawasan kebangsaan yang ditanamkan akan menjadi kompas moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya berhenti di ruang penyuluhan, tetapi tumbuh dan berakar dalam tindakan sehari-hari masyarakat. Sebab desa yang kuat bukan hanya yang memiliki jalan mulus, tetapi juga warga yang memiliki semangat persatuan yang kokoh.(0116).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles