Timor Tengah Selatan – Upaya menumbuhkan semangat nasionalisme terus dilaksanakan hingga ke pelosok desa. Jajaran Kodim 1621/TTS menggelar kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih serentak di setiap rumah di sejumlah desa di wilayahnya, sebagai wujud cinta tanah air di kalangan keluarga dan masyarakat.
Pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, telah dilaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung secara masif di sepuluh desa yang berada dalam wilayah teritorial Kodim 1621/TTS. Sebanyak 300 bendera Merah Putih berhasil dipasang di depan rumah warga, menandakan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan lima Koramil yang masing-masing menggerakkan dua desa binaan, yaitu:
1. Koramil 1621-01/Kota SoE di Desa Kuatae dan Desa Oof;
2. Koramil 1621-02/Amanuban Tengah di Desa Hoi dan Desa Puna;
3. Koramil 1621-03/Mollo Utara di Desa Pika dan Desa Obesi;
4. Koramil 1621-04/Amanatun Utara di Desa Snok dan Desa Nunkolo;
5. Koramil 1621-05/Panite di Desa Pollo dan Desa Oebaki.
Setiap desa menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan rata-rata 30 rumah berpartisipasi dalam pengibaran bendera Merah Putih di halaman masing-masing.
Gerakan ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari strategi TNI AD untuk memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah masyarakat. Dengan adanya Bendera Merah Putih di setiap sudut desa, diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dan memupuk persatuan nasional.
Lebih jauh, kegiatan ini juga berfungsi sebagai langkah preventif menghadapi berbagai ancaman non-militer, termasuk pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pendekatan humanis dan persuasif, TNI AD senantiasa hadir di tengah rakyat sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjadi penggerak semangat cinta tanah air.
Kehadiran Bendera Merah Putih yang berkibar di depan rumah warga membuktikan bahwa semangat nasionalisme tidak hanya ada di kota, tetapi juga tumbuh dengan kuat dari desa.


