Sebanyak 14 perwira siswa Seskoad melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan fokus utama mitigasi karhutla di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemetaan luas di lima kabupaten/kota di Lampung untuk mencari solusi efektif atas kebakaran hutan yang terus berulang. Tim berupaya menggabungkan perspektif militer dengan kebutuhan nyata masyarakat di daerah rawan bencana.
Program yang berlangsung selama sepuluh hari ini mencakup analisis wilayah pertahanan di Kodim 0429/Lamtim dan pembinaan satuan di Yonif TP 943/DPC. Selama proses tersebut, para perwira melakukan pendataan terhadap lahan seluas 1.721 hektare yang terdampak api di berbagai desa. Langkah ini krusial untuk menentukan langkah strategis dalam membantu pemerintah daerah menangani krisis lingkungan tersebut.
Melalui metode komunikasi langsung, tim KKL menerima banyak masukan berharga dari tokoh agama dan tokoh pemuda setempat. Salah satu usulan yang menonjol adalah perlunya pengadaan sarana air dan alat pemadam kebakaran yang standby di titik-titik rawan. Masyarakat menekankan bahwa kesiapan alat adalah kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan skala besar yang merugikan ekonomi warga.
Apresiasi tinggi diberikan oleh unsur Forkopimda atas dedikasi para perwira yang mau terjun langsung ke lokasi terdampak. Tidak hanya fokus pada urusan teknis karhutla, para siswa Seskoad juga menunjukkan sisi humanis dengan berpartisipasi dalam pembersihan masjid bersama penduduk. Sinergi ini diharapkan dapat terus terjaga demi terciptanya ketahanan wilayah yang kuat dan lingkungan yang bebas dari asap kebakaran.



