Kecamatan Bengalon menjadi pusat kegiatan sosialisasi penanganan karhutla yang diselenggarakan oleh Mabes TNI untuk jajaran Brigif TP 32/Mangkalihat. Kapten Cke Tommy Wibisono yang mewakili Danbrigif menyambut rombongan pusat yang dipimpin oleh Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma dalam agenda penguatan kapasitas personel kewilayahan.
Brigjen Ateng menginstruksikan agar seluruh pihak memiliki langkah yang selaras dalam menghadapi eskalasi titik api yang meningkat akibat anomali cuaca. Pihaknya mendorong penggunaan teknologi dan analisis data yang lebih tajam agar pimpinan dapat mengambil keputusan yang akurat dalam waktu singkat saat terjadi keadaan darurat.
Dalam sesi pelatihan, ditekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga tentang manajemen informasi yang benar di lapangan. Sinergi antarinstansi menjadi harga mati agar tidak terjadi tumpang tindih peran yang justru bisa memperlambat proses evakuasi dan pemadaman di area yang sulit dijangkau.
Menanggapi hal tersebut, Kolonel Inf Agussalim Tuo selaku Danbrigif TP 32/Mangkalihat merasa bangga atas perhatian dari komando atas terhadap kerawanan bencana di wilayahnya. Ia berkomitmen untuk menerapkan seluruh standar operasional prosedur yang telah diajarkan demi menjaga kedaulatan hutan dan kesejahteraan rakyat Kutai Timur.



