LABUAN BAJO — Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M. menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 15 Agustus 2026. Langkah tersebut mencerminkan kesiapsiagaan TNI untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam situasi darurat.
Menanggapi laporan tentang bencana, Pangkogabwilhan II segera mengarahkan stafnya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi lainnya. Fokus utama pada awal penanganan terletak pada pemantauan dan pendataan dampak bencana yang terjadi.
Pangkogabwilhan II dan rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada 18 Agustus 2026 dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Mereka melakukan kunjungan ke Nagekeo, Flores, untuk menilai langsung penanganan bencana yang sedang dilakukan.
Kunjungan tersebut diisi dengan diskusi penting dengan pejabat setempat, termasuk Gubernur NTT, untuk menggali lebih dalam upaya penanganan bencana. Sinergi antara instansi pemerintah, TNI, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan semua kebutuhan masyarakat yang terkena dampak dapat dipenuhi dengan cepat dan tepat.



