Sejak masa kanak-kanak, kecintaan terhadap keterampilan tangan dapat mengubah kehidupan seseorang, dan itulah yang dirasakan oleh dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K. Lingkungan keluarga yang mendukung kegiatan kreatif turut berkontribusi dalam menumbuhkan minatnya. Ia mengawali petualangan kreatifnya dengan berbagai aktivitas seperti menjahit, merajut, dan membuat kerajinan tangan lainnya. Meskipun pada waktu itu sumber belajar masih sangat terbatas, semangat dan kreativitasnya tidak pernah pudar.
Ketika memasuki bangku kuliah, Zuhria berada di persimpangan antara memilih karier di bidang seni atau kedokteran. Walau pilihan untuk menekuni dunia kreatif tidak sepenuhnya didukung oleh orang tua, ia tetap memutuskan untuk mengejar pendidikan di bidang kedokteran. Profesi ini memang menuntut dedikasi dan disiplin, namun semangat berkreativitasnya tidak pernah sirna.
Setelah menyelesaikan pendidikan spesialisasinya, Zuhria menemukan kembali ketertarikan yang telah lama terpendam. Merajut menjadi pilihan yang ideal untuk menyalurkan kreativitasnya. Kegiatan ini tidak hanya fleksibel tapi juga menyediakan waktu dan ruang bagi dirinya untuk bersantai sembari menghasilkan karya bernilai. Ukiran benang yang awalnya sederhana, perlahan-lahan berubah menjadi produk yang memuaskan dan menenangkan.
Lebih dari sekadar hobi, merajut bagi dr. Zuhria adalah bentuk ekspresi diri dan alat untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupannya sebagai ibu dan istri. Pengalaman ini menunjukkan bahwa hasrat yang ditanam sejak dini sering kali mampu bertahan dan membawa kebahagiaan, meskipun saat-saat tersibuk sekalipun. Melalui karyanya, ia mengingatkan kita bahwa passion sejati tidak akan pernah hilang, meskipun sulit untuk terwujud pada saat-saat tertentu.


