Bertempat di Aula Darma Andika, Dandim 1605/Belu Letkol Arh Ariestyo Ardyanto memberikan bimbingan kepada anggotanya terkait manajemen risiko perjalanan dan lingkungan. Jam Komandan ini diadakan untuk memastikan seluruh personel memahami standar keselamatan yang harus diterapkan setiap hari. Dandim menekankan bahwa keselamatan personel adalah aset terpenting bagi satuan dalam menjalankan misi negara.
Instruksi mengenai lima pilar keselamatan berkendara menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Anggota diingatkan untuk mematuhi prosedur mulai dari kesiapan mental melalui doa hingga kesiapan fisik kendaraan dan kelengkapan administrasi. Penggunaan pelindung kepala yang standar dan pengecekan SIM/STNK menjadi hal yang tidak boleh ditawar lagi bagi setiap pengendara.
Selain itu, Dandim menyoroti perilaku mengemudi yang harus tetap fokus tanpa gangguan alat komunikasi elektronik. Ia menegaskan bahwa kecepatan harus dikendalikan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Budaya tertib ini harus mendarah daging sehingga prajurit TNI bisa menjadi contoh nyata bagi warga sipil dalam hal kepatuhan hukum di jalan raya.
Menutup arahannya, Letkol Ariestyo mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah terhadap potensi kebakaran di asrama maupun markas komando. Ia juga memerintahkan agar para prajurit ikut serta dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya karhutla. Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap keamanan properti dan kelestarian hutan di wilayah Belu.



