
Luwu Timur — Pada Kamis (22/10/2026), penyuluhan tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba diselenggarakan oleh Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Balai Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari warga, terutama para pelajar yang datang dengan seragam sekolah mereka.
Dari anak-anak SD hingga pelajar SMP dan SMA, terlihat semangat bahu-membahu mengikuti acara penyuluhan ini, yang diisi oleh tokoh dari Karang Taruna dan anggota PKK. Mereka terlihat sangat perhatian pada setiap materi yang dipresentasikan, mencatat informasi penting, dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahaya narkoba.
Kegiatan ini adalah bagian dari upaya nonfisik TMMD ke-130, yang berfokus pada perbaikan infrastruktur sekaligus peningkatan wawasan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD berupaya menanamkan pemahaman bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga masa depan mereka dari dampak buruk narkoba.
Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., selaku Dansatgas TMMD ke-130, memberikan penghargaan atas kehadiran para pelajar. Ia berpendapat bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan sejak usia dini, agar anak-anak bisa terhindar dari godaan untuk mencobanya.
“Jangan sampai terjerumus. Saya ingatkan pada anak-anak sekolah, fokuslah pada pendidikan dan jauhi narkoba untuk meraih impian yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dansatgas menegaskan bahwa generasi muda adalah investasi berharga bagi desa dan bangsa, sehingga keselamatan mereka harus diperhatikan dan dipastikan.
Penyuluhan juga mengajak peserta untuk memahami bahwa penanganan masalah narkoba adalah tanggung jawab bersama. Penting bagi orang tua untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan anak, peran sekolah dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan, dan dukungan dari masyarakat untuk menciptakan suasana yang aman bagi generasi muda.
Salah satu siswa SMPN Parumpanai, Siti, merasa sangat diuntungkan dengan adanya kegiatan ini.
“Saya senang bisa ikut penyuluhan dari Tentara. Ini baru kali pertama saya tahu bahayanya narkoba seperti itu. Kami jadi lebih siap menolak jika ada yang mengajak menggunakan narkoba. Terima kasih untuk TMMD,” ungkapnya.
Sementara itu, guru pendamping, Nurhayati, S.Pd., juga menyuarakan pentingnya penyuluhan ini dalam membantu sekolah untuk memperkuat karakter siswa serta memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang risiko penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap kerjasama antara berbagai pihak, seperti sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan lembaga terkait lainnya, dapat terus ditingkatkan agar anak-anak mendapatkan dukungan yang maksimal.



