Guna menekan angka kebakaran lahan di Kabupaten Mempawah, para Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan di Desa Pentek. Program ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada petani dan pemilik lahan mengenai risiko penggunaan api dalam aktivitas pertanian. Bersamaan dengan itu, bantuan sosial berupa sembako diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Kecamatan Sadaniang.
Interaksi langsung ini menjadi sarana efektif bagi Pasis Sesko TNI untuk memahami dinamika sosial di pedalaman Kalimantan Barat. Edukasi yang diberikan mencakup teknik pemadaman api sederhana dan prosedur pelaporan darurat jika terjadi kebakaran. Kehadiran TNI di tengah masyarakat ini diharapkan mampu memicu semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian hutan desa.
Nama-nama perwira yang terlibat dalam aksi ini antara lain Kolonel Inf I Putu Witharsana E.P., Kolonel Laut (P) Farid Ardiansyah, hingga Kolonel Pnb Anjoe Manik. Mereka secara kolektif memberikan arahan agar masyarakat tidak lagi melakukan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Partisipasi aktif para kolonel ini menunjukkan komitmen tinggi institusi TNI dalam mendukung program pemerintah terkait pencegahan bencana asap.
Kolonel Inf I Putu Witharsana menyatakan bahwa melalui komunikasi persuasif, pesan-pesan pencegahan Karhutla akan lebih mudah diterima oleh warga. Masyarakat Desa Pentek pun merespons positif dengan berjanji akan lebih waspada terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan harapan agar Desa Pentek menjadi contoh desa mandiri yang bebas dari kebakaran hutan.



