Tabanan – Komitmen untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal terus dinyatakan melalui peringatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan. Dalam acara ini, Pelda I Komang Widiarsana selaku Babinsa Desa Kesiut dari Koramil 1619-05/Kerambitan hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian bahasa dan sastra Bali, yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Pulau Dewata, pada Senin (16/2/2026).
Acara tersebut mencakup berbagai lomba dan kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda, terutama siswa dari SD N 1 Kesiut, sebagai pilar utama dalam melestarikan warisan budaya. Antusiasme peserta mengindikasikan semangat masyarakat Desa Kesiut dalam menjaga kelangsungan bahasa Bali di tengah perkembangan zaman.
Di tengah kegiatan, Babinsa Pelda I Komang Widiarsana menekankan bahwa Bulan Bahasa Bali ini menjadi kesempatan yang sangat berarti untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya daerah sejak dini. “Melalui peringatan ini, kita berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa dan budaya Bali, serta mendorong penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari yang akan memperkuat identitas budaya Bali di mata dunia,” ujar Widiarsana.
Ia juga menambahkan bahwa tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” mencerminkan upaya suci untuk memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan nenek moyang yang perlu dijaga dan dilestarikan. Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh suasana kekeluargaan. Harapannya, peringatan Bulan Bahasa Bali tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan dan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya Bali sebagai warisan berharga bangsa.


