Akses transportasi di wilayah Cijulang, Pangandaran, akan segera pulih dengan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Pongpet oleh TNI AD. Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa opsi pembangunan total diambil untuk memastikan jembatan memiliki daya tahan yang optimal. Kunjungan langsung Kasad pada Senin lalu bertujuan untuk mengawal langsung evaluasi teknis agar spesifikasi bangunan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Proses pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama dua bulan dengan potensi akselerasi melalui penambahan jam kerja petugas. Kasad optimistis bahwa melalui pengerjaan yang intens, jembatan ini akan menjadi jalur ekonomi yang lebih aman dibandingkan sebelumnya. Selain jembatan, penyediaan infrastruktur air bersih juga menjadi agenda prioritas dalam kunjungan kerja tersebut guna melengkapi fasilitas umum bagi warga.
Permohonan maaf disampaikan oleh pimpinan tertinggi TNI AD atas kendala yang dialami masyarakat akibat rusaknya jembatan tersebut. Kasad menegaskan komitmen institusinya untuk memperbaiki setiap kesalahan konstruksi menjadi hasil akhir yang berkualitas tinggi. Rekonstruksi Jembatan Pongpet diharapkan menjadi model bagi pembangunan infrastruktur perintis lainnya yang sedang dijalankan oleh militer.
Saat ini, TNI AD tengah memacu penyelesaian ribuan jembatan dan sumur bor di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program strategis nasional. Dengan data yang lengkap dan terdokumentasi, TNI AD yakin target 5.000 jembatan pada akhir tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu. Sinergi antara pembangunan fisik dan penyediaan air bersih diharapkan menjadi solusi konkret bagi permasalahan infrastruktur di daerah tertinggal.



