Kodim 1015/Sampit memperkenalkan strategi baru dalam menangani kebakaran hutan melalui pembangunan sumur bor di pusat area rawan Karhutla. Pengerjaan sumur tersebut dilakukan di wilayah Kecamatan MB Ketapang, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman KM 2,5 pada akhir pekan lalu. Fokus utamanya adalah menjamin kelancaran distribusi air bagi petugas pemadam kebakaran.
Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P, selaku Komandan Kodim 1015/Sampit, menekankan pentingnya manajemen sumber daya air dalam kondisi darurat. Ia menyebutkan bahwa sumur bor ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga keamanan lahan dari api. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan petugas dalam menghadapi kebakaran yang meluas.
Manfaat utama dari sumur bor ini adalah kemampuannya mempercepat pengisian tangki pemadam dan mempermudah pembasahan lahan gambut. Tanpa pasokan air yang stabil, upaya pemadaman seringkali terkendala oleh jarak tempuh yang jauh ke sumber air alami. Kini, dengan adanya fasilitas tersebut, efektivitas penanggulangan di titik nol bisa lebih terjamin.
Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari misi TNI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan alam. Kodim 1015/Sampit berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meminimalisir dampak Karhutla melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat juga menjadi faktor penentu kesuksesan program pencegahan bencana ini.


