Kabupaten Kutai Timur kini memperketat kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui kolaborasi antara BPBD dan Yonif TP 879/Rangkok Cakti. Kunjungan Danyonif TP 879/RC ke kantor BPBD dimaksudkan untuk menyelaraskan persepsi dan strategi operasional di lapangan dalam menghadapi musim kemarau.
Letkol Inf Taufan Hendryanto Siswoyo menjelaskan bahwa sebanyak 25 personel siap gerak dan 6 awak damkar telah mendapatkan instruksi untuk membantu evakuasi dan pemadaman. Persiapan ini dilakukan demi memberikan rasa aman bagi warga Sangatta yang mulai terdampak oleh peningkatan asap di sekitar pemukiman.
Kepala BPBD Kutim, Hj. Sulastin, menekankan bahwa integrasi kekuatan antara TNI dan BPBD sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan sarana prasarana yang ada. Rencananya, para personel TNI akan ditempatkan di pos-pos strategis agar mobilisasi ke lokasi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Danbrigif TP 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo, turut mengapresiasi langkah taktis yang diambil oleh bawahannya tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan prajurit dalam membantu pemerintah daerah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan publik.



