Jumat, Agustus 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Langkah Holistik TNI di Melawi: Menyeimbangkan Tradisi Peladang dan Kewajiban Perusahaan

Upaya penanggulangan karhutla di wilayah Melawi kini memasuki babak baru dengan keterlibatan langsung dari Markas Besar TNI. Brigjen TNI Luqman Arief beserta timnya merumuskan langkah holistik yang menggabungkan aspek hukum, kearifan lokal, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Koordinasi ini melibatkan Bupati Dadi Sunarya dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan tidak ada ego sektoral dalam menangani api.

Dalam kunjungannya, tim Satgas menekankan bahwa penyuluhan harus sampai ke pelosok desa agar masyarakat paham batasan hukum terkait pembakaran lahan. Meskipun aturan nasional sangat ketat, pemerintah daerah dan TNI tetap menghormati praktik budaya lokal dengan pengawasan yang melekat. Sistem koordinasi antara warga dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas menjadi kunci utama keselamatan pembukaan lahan.

Brigjen Luqman juga menyoroti peran korporasi perkebunan dan Hutan Tanaman Industri yang memiliki lahan luas di Melawi. Beliau menegaskan bahwa perusahaan harus memiliki andil nyata dalam pencegahan dengan membangun parit penyekat di sekeliling area konsesi. Fasilitas ini sangat krusial untuk mencegah rembetan api yang berasal dari aktivitas di luar area perusahaan agar tidak meluas.

Dengan diterapkannya strategi sekat wilayah ini, beban pencegahan kebakaran dibagi secara adil antara rakyat dan pengusaha. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi lingkungan hidup di Kalimantan Barat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi jaminan bahwa perlindungan alam dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan ekonomi lokal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles